Ngomong soal Jepang identik dengan negara yang serba mahal atau bunga sakura yang bermekaran pada musim semi. Tapi kalau ga bisa ngambil cuti atau memang cuma bisa liburan di musim panas (Juni) atau musim dingin (December) gimana donk? Ya gapapa, nikmati sajalah yang penting liburan! 😬

Kami ke Jepang pas Juni, kata orang-orang sih bakal panas atau sering hujan. Tapi panasnya ya samalah seperti di Indonesia lah. Ga sepanas Indonesia, kami pergi sekitar 23-29 derajat celcius. Hujan? Selama di Osaka, Kyoto, Tokyo ga hujan ya cuma pas di Hakone hujan rintik-rintik.

Soal mahal, semua bisa diatur.

1. Tiket pesawat, ketemu ada yang murah langsung beli! Untuk mau hemat mending beli tiket PP nya (berangkat Osaka pulang Tokyo atau sebaliknya) jadi ga habis uang untuk bolak-balik lagi deh. Total Kami (2 orang) beli tiket Air Asia PP, bagasi dan makan di pesawat sekali (KL-KIX) sekitar 8,7 juta. Bagi mau yang lebih hemat bisa ga usah beli bagasi jadi tidak habis uang di Bagasi.

2. Ngurus visa, bisa ngurus sendiri biar lebih hemat dibanding pake jasa travel agent. Ngurus visa sendiri 370 rb perorang sedangkan pake jasa travel agent aja sudah mau 600 rb. Untuk cara-cara dan dokumen apa yang mau disiapkan untuk ngajuin Visa bisa baca di Post yang ini.

3. Untuk Penginapan yang kami tinggal selama di Jepang bisa dibaca di Post yang ini. Kami cuma di Osaka yang tinggal di Hostel, selain itu kami tinggal di Hotel dan Ryokan jadi biaya untuk penginapan kami over budget banget. Total biaya penginapan kami sekitar 13 juta. Untuk mau yang lebih hemat, bisa nyari penginapan yang lebih murah ya.

4. Untuk soal transportasi dan tempat wisata. Sebelum berangkat ke Jepang research terlebih dahulu. Transportasi di Jepang termasuk mahal kalau tidak research baik-baik bisa ngehabisin banyak biaya di transportasi. Dan untuk tempat wisatanya juga harus di research baik-baik, kalau memang wisata tersebut tidak menarik bagi kita maka di skip saja. Untuk transportasi dan tempat wisata, biaya yang total kami keluarin sekitar 8 juta.

*kami tiba di Kansai Airport, pulang dari Haneda Airport jadi kami tidak membeli JR Pass seharga sekitar 3 juta lebih, ngehemat banyak juga💰. Ngehemat sekitar 6 jutaan jugaan nih, jadi kalau merasa JR Pass tidak berfungsi semaksimal mungkin maka tidak beli juga gapapa.

Ini kira-kira itin sy selama di Jepang. Untuk lebih jelas dan detailnya tinggal di klik saja di setiap bagian yach😬

Day 1: Osaka [Kansai Airport, Dotonbori]

Day 2: Osaka [Osaka castle, Umeda, Namba (Osaka Amazing Pass)]

Day 3: Kyoto [Nara park, Todaiji Temple, Kyoto ]

Day 4: Kyoto [Fushimi Inari, Arashiyama]

Day 5: Kyoto [Nishiki Market, Kinkakuji, Gion]

Day 6: Tokyo [harajuku, Shibuya, Shinjuku]

Day 7: [Tokyo DisneySea]

Day 8 & 9: Hakone [Gotemba, Owakudani, Lake Ashi]

Day 10: Tokyo [Asakusa, Sensoji Temple, Tokyo Skytree]

5. Biaya makan. Untuk soal makan yang satu ini memang susah untuk dielakkan dan ini balik lagi ke masing-masing ya. Prinsip kami sih, sampai ke negera orang mesti cicipi makanan khas mereka selama harganya masih reasonable (ga bikin kantong jebol besar) 😅 . Kami sih ngakalinnya begini, misalnya dalam 3 kali makan sehari dan sekali sudah makan yang rada menguras kantong, 2 kali yang lainnya kami makan yang lebih murah. Untuk biaya makan selama di Jepang menghabiskan sekitar 6.5 juta.

6. Satu hal yang penting lagi bagi kami selama di Jepang adalah Internet! Daripada tar kesasar, tak tau arah jalan pulang kan bahaya. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya kami memutuskan pake XL pass. Untuk ngeaktifin XL pass kena biaya 350 rb #mahaljuga yach😒 ditambah dengan kuota internet (kami beli yang 12 GB sekitar 130 ribu).

Awalnya kami juga was-was pake XL pass, baca beberapa review tentang XL pass lambat atau ga bisa jalan dan pas kebetulan  juga sodara ke Jepang pake XL pass ga bisa. Tapi kami mencoba keberuntungan saja deh, sampai Jepang XL pass lancar jaya, cepat lagi bahkan untuk daerah Hakone pun lancar asal cara ngeaktifin benar saja ya! 👍🏻

* Paket kuota untuk Xl pass ga bisa sembarangan, hanya beberapa paket yang bisa digunakan antara lain XL hotrod, xtra combo.

*info terbaru XL pass sudah tidak bisa di gunakan di Jepang ☹️, mungkin bisa diganti dengan Telkomsel atau langsung sewa wifi pocket di Jepang. 

7. Oleh-oleh dan shopping. Barang Jepang kebanyakan mahal tapi tenang, di Jepang jugalah banyak toko yang menjual barang ¥108. Bagi yang mau membeli oleh-oleh bisa mengunjungi Daiso, Seria atau 3 coins. Kualitas barang bukan abal-abalan loh malah bagus dan banyak yang imut-imut. Soal shopping sih balik juga ke diri masing-masing. Sanggup nahan godaan untuk tidak belanja atau tidak😅 secara kebanyakan barang Jepang itu lucu-lucu (kawaii). Untuk saya sendiri, sy sih kalap belanja barang-barang ga gitu penting 🙈

Kami ke Jepang juga bukan yang super irit-irit, bagi yang mau lebih irit pasti bisa lagi donk!

Dan yang terakhir, hal yang benar-benar ngebuat sy kagum sama Jepang adalah kebersihannya! Sy pergi beberapa negara Asia tidak ada yang bisa mengalahkan kebersihan toiletnya, bersih dan ga bau. Dan di Jepang itu susah banget nemu tong sampah tapi tetap aja ga ada orang yang membuang sampah sembarangan. Jadi sampai Jepang buang lah sampah pada tempatnya!

Definitely pingin balik Jepang lagi ❤️

See you again in next post 👋

Advertisements