Hello! Short Holiday kali ini super dadakan, pas ketemu suami dapat off kerja 3 hari langsung beli tiket pesawat ke Penang sekitar 600 ribu PP. Berhubung Penang bukan tempat yang ribet, yang harus jalan kaki super jauh, yang harus naik transportasi umum melulu, sy memutuskan untuk membawa anak sy yang 20 bulan, sekalian merasakan travelling bersama anak kecil.

Apa saja sih yang harus dibawa kalau travelling bersama baby?

1. Stroller/baby carrier

Berhubung Penang bukan semua jalanan mempunyai trotoar yang cukup luas  seperti Korea atau Jepang dan anak sy sudah mantap jalan dan lari, kami pun memutuskan untuk tidak membawa stroller. Cukup baby carrier doank, tinggal gendong langsung jalan. Kadang ga mau masuk baby carrier, ikut kami jalan kaki deh.

2. Perlengkapan baby

– Diaper bag, tas berisi perlengkapan baby yang dibawa kemana pun. Termos air panas, susu (sy taruh di wadah Dr. Brown, biar ga makan tempat), botol minum, pampers, baju ganti dan tisu basah.


* Termos merek Tiger Sahara ga usah di ragukan lagi ya, air panas tahan lebih dari 12 jam. Untuk container susunya sih hemat tempat banget cuma kurangnya susunya bisa tercampur. Jadi dalam tas beneran harus diletakkin tegak, kalau tidak takaran susunya ga pas lagi deh.

– Susu. Kadang takut anak ga cocok makan atau mogok makan bisa kasih susu doank. Sy ngebawa susu kotak (kalau bawa susu kaleng makan tempat) yg berisi 400 g aj (dirumah biasa 800 g bisa tahan seminggu baru habis). Dan sampai Penang, anak sy mogok makan. Susah kali kasi makan nasi, terpaksa susu mulu dan cukup ya susunya buat 3 hari.

– Snack baby, kalau anak sy rewel atau ga bisa diam dikasi snack langsung diam. Apalagi anak sy doyan ngemil, dikasi permen/coklat langsung diam. Tp dibatasi juga, takut gigi rusak😆

– Baju baby dan pampers. Berhubung anak sy belum bisa ngomong, jadi belum bisa lepas pampers terpaksa tiap hari pake pampers deh. Pergi 3 hari sy ngebawa 15 biji pampers doank. Untuk baju, tiap hari 2 baju + 1 celana + 1 set baju tidur. Jangan lupa bawa jaket dan topi.

– Bantal dan guling baby. Takut malam ga bisa tidur karena bukan di bed sendiri, jd sy ambil saja bantal gulingnya biar ngebuat anak lebih nyaman 🙂

– Perlengkapan mandi baby, sy ngebawa 2in1 sabun (sekaligus sampo dan sabun biar gampang), Handuk (hotel handuk ga terjamin kebersihannya), sikat gigi, minyak telon, sisir dan dudukan untuk eeq (anak sy sudah dilatih eeq dicloset, tapi kadang juga bisa eeq di celana)

*sy juga ada membawa sleek travel wash, buat nyuci bibnya dan jaga-jaga manatau eeq kena celana bisa cuci (ga mungkin dibungkus sampe pulang) 😃

3. Obat baby

Karena baru pertama kali ngebawa anak yang lebih jauh (biasa lebih banyak dirumah) takut tar kecapean sakit pula, sy bawa sanmol drop. Jaga-jaga saja, mana tau dadakan demam kan susah juga mau nyari obat dimana.

Selama di Penang, kami tinggal di Kimberley Hotel Georgetown sekitar 400 rb per malam untuk yang Deluxe king. Ini hotel strategis banget, dekat sama jual makanan jadi bisa kuliner dan dekat dengan Prangin mall dan The Top. Staff hotelnya friendly cuma kebersihan menurut sy agak kurang. Sprei dan sarung bantalnya bau, lantainya berdebu dan banyak rambut wanita dilantai ditambah tirai kamar mandinya agak jorok.

Day 1: Medan-Penang

Sesampainya di Penang Airport, kami pun langsung membeli kartu Digi terlebih dahulu. Biar lebih gampang mau order grab/ uber atau mau google. Setelah itu kami pun menanti bus 401e untuk turun ke Komtar. Kalau ragu sebelum naik bus, tanya dulu ke pak supirnya. Satu orang 2.7 Rm doank. Murmer ya! Busnya juga nyaman, dingin dan bersih. 👍 cuma kekurangan dari bus ini, tidak ada petunjuk sudah sampe mana-mana saja. Jadi harus di lihat baik-baik agar ga kelewatan tempat yang dituju.

Sampe hotel sudah jam 4 sore, malam cuma keliling Gurney Plaza doank. Kami ke gurney Plaza naik grab, lupa taro kode promonya jadi kena biaya 7 RM padahal kalau ada kode promo cuma kena biaya 1 RM doank, sayang juga☹️

Llaollao 15 RM

Dari Gurney Plaza, kami pun jalan kaki ke Gurney Drive Food Court karena memang sudah dekat banget ya. Gurney Drive rame banget, banyak juga stall yang menjual makanan. Nyari meja kosong dan suami yang pergi mesan makanan. Ketemu meja kosong di depan orang jual stall minuman. Baru saja duduk, acek-acek langsung tanya mau minum apa. Sy bilang bentar, karena anak sy lg nangis tapi acek-acek tsb asik tanya mau minum apa dan berulang kali tanya. Mood langsung jelek donk, orang lagi berusaha ngediam anak ini acek malah ikut sibuk. Terakhr sy bilang satu mineral water baru bisa diam dan balik ke stall dia.

Suami akhirnya balik dengan membawa Char Kwetiao, Penang Hokien He Mee, Oyster Omelette dan Pokpiah (semua 43.5RM). Dengan harapan itu makanan semua enak ya karena sudah lapar ternyata Kwetiaonya biasa saja malah enakkan yang di Medan dengan harga yang tergolong mahal. Hokien He Mee juga biasa saja, sy ga suka karena amis banget ya. Oyster Omelette juga biasa doank dan terakhir itu Pokpiah benaran ga bisa dimakan ya. Pokpiahnya aneh banget, ada asem-asem gimana gitu. Beda banget sama yang di Medan. Suami sy tipe orang yang ga suka buang makanan pun give up makan pokpiahnya. 🙈 Suami dan sy sih merasa makanan di Gurney Drive biasa doank untuk harganya yang tergolong mahal.

Day 2: Mengunjungi Tempat Wisata di Penang

Pagi kami breakfast di TaiTong Restaurant. Ini restoran dimsum. Dekat dengan hotel kami, jalan kaki sekitar 6 menit doank. Ini dimsum disini enak banget ya, murah lagi. Super recomended! 👍

Untuk 流沙包 (Custard bun) enak banget ya, harus di coba. Bagi yang suka makan 肠粉 (rice noodle roll) juga boleh di coba.

1 pc 2RM

Kami di restoran ini ngehabisin 36RM. Jangan tanya lagi kami order seberapa banyak, perut pun sudah mau meletus 😋

Setelah makan siap, kami pun menuju Hope Clinic. Memang sengaja mau datang buat imun MMR (Indonesia sudah kosong hampir 2 tahun) tapi sampai sana malah kosong juga. Kecewa juga ya tapi apa boleh buat ya. Tunggu Indonesia sudah ada baru deh MMR. 😃

Dari Hope Clinic, kami pun langsung menuju KekLokSi dengan grab pastinya. Vihara yang paling terkenal di Penang dan mempunyai patung KwanIm yang besar, cuma vihara ini lagi ada renovasi besar-besaran jadi beberapa bagian ditutup dan untuk turtle pondnya sudah tidak ada lagi (kurang tau karena lagi dalam tahap renovasi maka sementara di pindahkan atau gimana) ☹️ padahal kalau ada kan lucu juga secara anak sy suka ngeliat binatang.



Untuk melihat patung KwanIm dan pemandangan sekitarnya, bisa memakai lift ke atas (untuk tiket pergi dan pulangnya 6 RM/orang). Bisa di lihat di gambar, patung KwanIm nya juga masih belum siap padahal kalau sudah siap mau foto-foto kan lebih bagus. 😊

Setelah siap mengelilingi Viharanya, kami pun berjalan kaki ke pasar Air Itam. Pasar Air Itam terkenal banget dengan Laksanya, kami pun kepingin untuk mencobanya. Semangkok laksa 5 RM, suami yang ga doyan laksa juga bilang enak ya cuma kuahnya agak kental tapi overall enak. Must Try! 👍 (ga sempat foto, tangan anak sudah mau cemplung kedalam mangkok😅) Disamping stall jual Laksa, ada jual gorengan sama air Tebu juga. Makan laksa panas-panas dan pedas minum air Tebu (secangkir 1.7 RM) segar sekali.

Dari pasar kami balik hotel, namanya bawa anak kecil ga bisa di press banget ya. Liat anak capek jadi balik hotel kasi dia bobok dulu biar tar bangun anak semangat dan ga rewel. Bagi yang mau lanjut bisa ke Penang Hill, karena sudah dekat dengan KekLoksi.

Setelah anak bangun, kami pun langsung order grab ke Batu Ferringhi Penang, ongkos kesana termasuk mahal 14 RM karena memang lumayan jauh juga. Kami ke Starbucks Batu Ferringhi, ini tempat bagus banget. Cocok untuk bersantai sambil menikmati pantainya, dari Starbucks tersebut sudah ada akses untuk menuju pantai.

Pemandangan pantai dari Starbucks cafe

Kami di sana juga ga berani kemalaman pulang, takut susah dapat grab jadi kami tidak mengunjungi pasar malam sana lagi.

Kami pun mencari makan malam dekat sekitaran hotel kami saja, berhubung banyak supir grab yang rekomen makanan sana lebih oke, lebih murah, lebih enak dari Gurney Drive maka kami pun ingin mencobanya. Suami mencoba KweChap dan sy mencoba Kwetiao Sup.


Untuk KweChap ini non Halal. Bagi yang tidak tau kwechap itu apa, kwechap itu kwetiao dengan telur bulat, daging bebek, jeroan B2 disiram sejenis kuah kecap, ini recomended 👍 dan untuk KwetiaoSupnya sih biasa saja (ga kefoto karena anak asik mau keluar dari babychair).

Sebelum balik hotel, kami pun menyempatkan jalan-jalan ke TOP komtar. Untuk yang bawa anak kecil, ini tempat recomended banget👍. Dalam mall, bisa dapat melihat robot, dinosaurus dan ada tempat bermain anak jadi anak ga cepat bosan dan tentunya senang.

Day 3: Penang – Medan

Seperti biasa, perjalanan selalu dimulai dengan makan pagi biar semangat jalan. Dan makan pagi kali ini, kami memilih untuk memakan roti bakar di Campbell street (Toh Soon Cafe). Cafe ini tepat di samping toko Ban Heang.

Setelah makan siap, kami pun ke toko sebelahnya (Ban Heang) untuk membeli sedikit oleh-oleh buat keluarga. Untuk kue bulannya enak banget, boleh di coba 🤤

Setelah dari sana, kami pun balik hotel melakukan check-out terlebih dahulu. Sehabis check-out rencananya mau ke Avatar (tempat wisata baru di Penang) tapi karena waktu ga cukup dan sore sudah harus ke bandara maka kami pun ke M Mall020 saja.

Yang bawa anak, apalagi anaknya doyan robot boleh kesana lihat-lihat, depan M mall ada patung transformer dan dalam gedung dindingnya hampir semua digambar 3D.


Sebelum ke bandara, kami pun menyempatkan untuk mencoba Chendul yang terkenal di Penang yaitu Penang Road Famous Teochew Chendul di Lebuh Keng Kwee. Suami memesan Chendul, sy sendiri memesan Ais Kacang.


Disampingnya juga ada stall yang menjual asam laksa, char Kwetiau, Rujak, rice noodle(ciongfan). Kami pun memesan char kwetiao 7 RM, rice noodles porsi small 3 RM dan rujaknya 7 RM.


Untuk kwetiaonya sih enak 👍Tapi untuk rujaknya biasa saja. Rujaknya kebanyakan mentimun dan bengkuang🙈

Setelah makan siap, kami pun balik hotel untuk ngambil koper dan dari sana kami pun ke Bandara dengan grab 14 RM.

Perjalanan di Penang selama 3 hari pun selesai. Sy sendiri merasa bawa anak travelling sih:

1. kita ga bisa ngepress anak untuk ngikutin jadwal yang padat, jadi kalau memang ada tempat yang tidak menarik dicoret saja.

2. kalau anak mogok makan mamak sudah pusing pala barbie duluan deh, harus nyari akal buat anak mau makan dan kadang agak susah ketemu makanan yang cocok dimakan anak jadi mending bawa makanan instant seperti oat yang tinggal di siram air panas.

3. anak lagi rewel dan nangis, disaat anak nangis ga bisa berhenti kita yang jadi orang tua tetap harus tenang walaupun banyak orang yang ngelihat kita jangan panik (sy sih mikirnya wajar kalau baby nangis, namanya juga baby). Kalau kita sudah panik duluan dan terus emosi sendiri duluan, anak bakal makin nangis dan susah diatur.

Tapi selain itu, bawa anak travelling tidak segitu repotnya seperti yang selama kita bayangkan malah membawa anak travelling ada meninggalkan kenangan tersendiri yang tidak bisa dilupakan ❤️

Advertisements