Hello! Welcome back to my blog, Perjalanan kami kali ini mengunjungi pulau Langkawi yang berada di Malaysia selama 4 hari 3 malam. Bisa dibilang pulau Langkawi itu seperti Balinya Malaysia, hampir mirip seperti Bali cuma di Langkawi lebih santai dan cocok banget buat liburan keluarga yang membawa anak atau orangtua. Kami pun memutuskan untuk membawa anak kami yang berusia 2.5 tahun.

How to get to Langkawi?

Kami membeli tiket pesawat dari Medan – Kuala Lumpur pp dengan harga sekitar IDR 400.000/orang dan KL – Langkawi pp dengan harga sekitar IDR 420.000/orang (korban promo tiket murah). Penerbangan dari Medan ke KL hanya sekitar 1 jam dan KL ke Langkawi hanya sekitar 1 jam 5 menit saja jadi anak pun tidak bosan duduk terlalu lama di dalam pesawat.

Where to stay at Langkawi?

Selama di Langkawi, kami memutuskan untuk tinggal didaerah Cenang karena di daerah Cenang lebih ramai dibanding daerah lain dan lebih gampang cari makan. Ya bisa dibilang kebanyakan turis memang lebih memilih daerah Cenang karena dekat banget dengan daerah Pantai.

Kami stayed di hotel Nadias di Cenang. Kami booked dari Agoda IDR 600.000/malam di luar tax 10 MYR/malam dan Langkawi tax 3 MYR/malam. Untuk hotel ini, kita harus deposit 100 MYR dan setelah check-out bakal dibalikin lagi.

Untuk hotel dengan harga yang tergolong ramah dikantong, hotel ini super nyaman, bersih dan sudah termasuk breakfastπŸ‘. Kekurangan dari hotel ini cuma tidak menyediakan sandal hotel dan hairdryer.

Where to go at Langkawi?

Day 1 : Airport – Cenang

Untuk menjelajahi pulau Langkawi, kita bisa memilih untuk menyewa mobil sendiri, nyetir sendiri atau pakai taxi atau sejenis taxi online seperti grab. Bagi yang berminat untuk menyewa mobil, di airport Langkawi banyak sekali agen yang menawarkan jasa sewa mobil.

Awalnya kami juga berencana untuk menyewa mobil saja cuma pas suami tanya harganya di salah satu kios, untuk sehari biaya sewa 100MYR/ hari untuk mobil sejenis Avanza, dan itu diluar biaya bensin mobil dan kami tiba di Langkawi sudah jam 4 sore. Untuk menyewa mobil dengan harga 100 MYR untuk ke hotel saja tergolong mahal ya kami pun batal menyewa mobil.

Kami pun memutuskan untuk memakai jasa taxi online – grab, untuk sampai ke hotel cuma RM 13 loh! Perjalanan hanya memakan waktu sekitar 15 menit doank dan enaknya jalanan di Langkawi itu tidak ada namanya macet seperti di kota-kota besar pada umumnya, pak supirnya tinggal ngegas sampai deh pada tujuan.

Anak sudah teler sepanjang jalan, sampai hotel juga masih ketiduran maka kami istirahat bentar di hotel sambil nunggu anak bangun, setelah anak bangun kami pun menuju sebuah restoran seafood yang terkenal di daerah Cenang – ORKID RIA SEAFOOD.

Dari hotel, jalan keluar belok kearah kanan dan jalan sekitar 10 – 15 menit, setelah dekat bakal keliatan banyak lampion di gantung tinggal jalan masuk dan pesan makanan deh.

Menu favorit di restoran ini adalah Tiger Prawn dan steamed fish, tapi kami tidak memesan udangnya karena harganya terlalu mahal dan minimal harus memesan 3 ekor, 3 ekor tiger prawn tersebut sekitar 140 MYR.

Kami juga ada memesan sepiring sayur kailan tapi yang keluar bukan kailan melainkan sayur jenis lain. Apakah orang sana menyebutkan sayur dibawah adalah kailan? Ya mungkin!

Like a Kailan or not? πŸ˜†

Setelah makan siap, kami pun mengunjungi Cenang Mall yang bersebelahan dengan hotel Nadias. Mall ini hanya terdapat 2 tingkat dan hanya mempunyai beberapa toko, seperti: Starbucks, Guardian, Chocolate shop, OldTown Coffee, etc.

Di Langkawi, kita bisa dengan gampang menemukan toko coklat. Dan harga coklat lebih murah daripada tempat lain di Malaysia. Tapi untuk KinderJoy yang berbentuk telur agak mahal dibandingkan harga jual di Indonesia. Di Indonesia biasa anak sy beli sekitar 11 ribu sedangkan di Langkawi 15 ribu. 😏

Day 2: Oriental Village

Hari kedua ini, kami mengunjungi gunung Mat Cincang. Kami pun memesan grab 28 MYR untuk sampai ke Oriental Village, perjalanan sekitar 30 menit.

Disana mereka menjual beberapa tiket masuk, kami memilih tiket masuk yang paling murah seharga 55 MYR/ orang, include skycab, skydome, skyrex dan yang terakhir 3D art. Dan untuk anak-anak dikenakan tiket masuk seharga 40 MYR/ orang.

Setelah sampai ke atas, kami pun melanjutkan perjalanan kami ke Sky Bridge. Karena tiket kami tidak mencakup tiket masuk Sky Bridge tersebut maka kami pun harus membeli tiket lagi. Terdapat 2 macam tiket yaitu: sky glide yang naik elevator langsung sampai tujuan dengan harga 15MYR/ orang, untuk anak-anak 10 MYR/orang dan yang jalan kaki dengan harga 5 MYR/orang dan untuk anak-anak 3MYR/ orang.

Kami pun memilih jalan kaki saja, jalanan yang ditempuh agak sedikit sulit. Harus naik turun tangga, pastikan anak kuat jalan atau digendong saja biar lebih aman.

Dari sana, kami pun melanjutkan ke wahana Sky dome. Wahana di skydome itu adalah kita duduk seperti dalam bioskop dan melihat layar yang 3D dan di putarkan video roller coaster, jadi seolah-olah kita itu naik roller coaster. Tapi buat sy pribadi, sy ga suka sama permainan ini karena gambarnya tidak nyata (ga diberi kacamata 3D) dan terakhir jadi pusing karena liat lintasan yang berkelok-kelok.

Dari sky dome, kami pun jalan ke tempat skyrex (tempatnya berdekatan). Untuk skyrex ini lebih oke, sama seperti sky dome juga melihat 3D tapi kali ini tentang dinosaurus dan di kasi kacamata 3D jadi terasa 3Dnya deh. Anak sy juga enjoy dengan permainan yang ini.

Dan terakhir kami pun mengunjungi 3D art. Seperti 3D art ditempat lain, gambarnya hampir-hampir sama lah.

Setelah puas berfoto di 3D art museum, kami pun balik hotel dengan memesan grab 25MYR.

Just for information, daerah Oriental Village tidak stroller friendly apalagi pas menuju ke skybridgenya. Gendong anak 15 kg itu benar-benar sesuatu banget apalagi ditambah stroller anak sy yang 6 kg, bisa-bisa kami yang pingsan duluan sebelum sampai tujuannya πŸ˜‚ jadi mending di tinggal di hotel saja.

Setelah sampai hotel, Kami memutuskan untuk makan malam di Yellow Cafe (daerah Cenang, dari hotel kami belok kiri jalan sekitar 10 menit), Yellow cafe ini langsung terhubung dengan pantai jadi makan ditemenin sunset itu sesuatu banget!

Kami memesan Pizza yang menjadi favorit di Yellow Cafe. Pizzanya berbentuk tipis dan enak banget, kulit Pizzanya ga keras. Must try!

Porsi disini semua gede-gede, kebanyakan yang makan orang bule sih jadi ordernya jangan kebanyakan daripada ga bisa makan habis. πŸ˜€

Day 3 : Island Hopping

Berkunjung ke Langkawi tidak melakukan Island Hoppingnya sepertinya tidak lengkap, maka kami pun memutuskan membook tour di sebuah toko dekat dengan hotel kami (dari hotel, belok kearah kanan).

Untuk island hopping ini dikenakan biaya 30MYR/orang. Untuk anak-anak dibawah 3 tahun gratis. Disediakan fasilitas antar jemput dari hotel sampai tempat naik boatnya (boatnya membawa sekitar 16 orang) , dan yang paling penting disediakan life vest dan tersedia untuk anak-anak juga.

Kalau ditanya bahayakah bawa anak kecil island hopping? Ini balik ke masing-masing orangtua ya. Orangtua harus bisa pastikan anaknya bisa duduk diam di boat untuk menghindarkan hal-hal yang tidak diinginkan (boat melaju dengan sangat cepat) dan carilah tempat duduk di bagian tengah (jangan samping-samping boat). Selama di boat, sy pangku dan peluk erat anak sy, sy juga berkali-kali ingetin diboat harus duduk diam dan syukur anak sy bisa mengerti juga dan enjoy selama di boat.

Tour yang kami book, pertama mengunjungi tempat bernama Pulau Dayang Bunting. Pulau tersebut mirip wanita yang sedang hamil, bisa dilihat pada gambar dibawah ini.

Di pulau ini terdapat danau yang bernama Fresh Water Lake, untuk sampai ke tempat ini kita harus menempuh jalan yang lumayan jauh dan jalanan yang tidak rata sekitar 10-15 menit. Sepanjang jalan tersebut banyak terdapat monyet liar, hindari membawa kantong plastik, snack atau botol minum atau bakal dibawa lari sama monyet tersebut.

Di lake ini, banyak yang berenang atau sekedar berendam atau menyewa permainan mereka. Bagi yang mau main air, harap bawa baju ganti dan handuk. Tapi kami sendiri ga bisa berenang dan cuaca super panas sekitar 37 derajat, kami hanya berteduh ditempat yang tidak panas sambil melihat pemandangan sekitarnya. Pemandangan bagus banget dan airnya super jernih. πŸ‘

Just for information, cuma di pulau ini lah yang cuma tersedia toilet, di 2 pulau lain tidak tersedia toilet sama sekali. Untuk masuk toilet dikenakan biaya MYR 1/orang.

Di pulau ini, diberikan sekitar 1 jam 15 menit. Setelah puas melihat pemandangan tersebut, kami pun balik ke boat kami untuk melanjutkan perjalanan ke tempat selanjutnya bernama Pulau Singa Besar.

Untuk pulau kedua ini, kami tidak turun dari boat hanya melihat burung elang dari boat. Tar orang yang membawa boat melempar daging (kalau sy ga salah liat) ke airnya, para elang langsung datang untuk makan. Terdapat 2 jenis elang, yang warna putih namanya sea eagle sedangkan yang berwarna coklat bernama Langkawi eagle.

* gambar agak blur, susah foto object bergerak cepat πŸ˜…

Dari sana, kami pun melanjutkan perjalanan ke tempat selanjutnya bernama Pulau Beras Basah. Pantai disini super bagus, airnya jernih banget cuma sayangnya cuacanya super panas. Kami sampai disana jam 12 siang, bayangin kalau main air di siang bolong begitu, itu kulit bakal jadi apa? Haha. Terakhir kami cuma bawa anak kami rendam-rendam kaki dan main pasir. Anak sy disini super excited! Ngelihat anak bahagia, orangtua juga sudah super bahagia. ❀️

IMG_7634

IMG_7650

Di pulau ini, yang menjual makanan cuma 1-2 stand dan itu pun hanya ngejual popmie. Bagi yang membawa anak, mending bawa makanan anak atau susu agar anak ga kelaparan. Dan disini sama sekali tidak tersedia fasilitas toilet, mending bawa pampers lebih atau botol kosong manatau anak kecil tiba-tiba mau pipis.

Setelah puas bermain, kami pun balik ke boat dan boat pun ngeantar kami balik ketempat perhentian bus untuk pulang ke hotel masing-masing.

Just for information, bagi yang membawa anak kecil, daerah island hopping tersebut tidak stroller friendly. Mending bawa gendongan atau baby carrier saja.

Setelah sampai hotel, kami pun mandi sejenak sebelum melanjutkan perjalanan kami, tidak mandi berasa badan super lengket dan badan, rambut semua penuh pasir.

Dari hotel kami pun memesan grab ke Eagle Square MYR 30. Perjalanan sekitar 1/2 jam untuk sampai kesana. Eagle square berada di Kuah Town, bisa dibilang Kuah Town adalah kota utama di Langkawi.

Menurut supir taxi online tersebut, di sekitaran Eagle square banyak sekali orang yang berjualan snack atau souvenier tapi kami hanya menemukan beberapa stand yang berjualan eskrim. Kami tidak menghabiskan waktu yang lama di tempat ini karena tidak ada apa-apa lagi untuk di explore, setelah berfoto ria dengan ikon yang terkenal di Kuah Town ini, kami pun melanjutkan ke tempat lain.

Dari Eagle square, kami berjalanan ke Langkawi fair (sekitar 6-7 menit). Setelah sampai, kami agak sedikit terkejut karena dalamnya juga tidak begitu banyak toko yang berjualan dan bukan mall yang seperti di kota besar pada umumnya.

Setelah berkeliling sebentar, kami pun memutuskan untuk makan malam di rumah makan Chinese food dekat daerah sana dengan grab.

img_8533

Restoran ini memang kebanyakan orang lokal yang makan tapi banyak turis yang datang juga, kami pun memesan menu andalan mereka.

Rasa enak, harga juga ramah di kantong! Maknyus! 🀀

Setelah makan malam siap, kami pun balik hotel untuk beberes koper dan istirahat.

Day 4 : Underwater world and Flight back to Medan.

Tak berasa hari ini sudah hari terakhir liburan kami di Langkawi. Seperti biasa, setelah breakfast kami pun baru memulai perjalanan kami. Hari ini kami membawa anak kami mengunjungi Underwater World.

Tiket masuk Underwater world MYR 46/ orang dan anak dibawah 3 tahun gratis.

Bagi yang sudah pernah berkunjung ke Sea Aquarium Singapore, memang ini masih kalah karena yang di Singapore ikannya lebih beragam jenis dan lebih luas tapi ini worth to visit, apalagi yang bawa anak kecil.

Anak sy super excited melihat ikan, apalagi pas melihat penguin. Mulutnya ga bisa diam mengoceh, mamak dengar suaranya sampai pusing πŸ˜‚. Tapi gapapa, kebahagian anak paling penting ❀️

Setelah dari sana, kami balik hotel untuk check-out (check-out jam 12 siang) dan menuju ke airport. Pastikan makan dulu sebelum ke airport, karena pilihan makanan di airport sangat terbatas.

Bye Langkawi! And see you in next post!πŸ‘‹ ❀️

Advertisements